Bangka Belitung

Deburan Ombak dan Hidangan Laut

 

 

 



BERKUNJUNG ke Kepulauan Bangka Belitung, sama dengan memanjakan diri dengan wisata bahari. Bukan saja para pelancong dapat menikmati hamparan laut yang membiru, tetapi juga mengecap nikmatnya aneka hidangan laut yang tersedia di hampir setiap sisi kota ataupun pantai.

Kepulauan Bangka Belitung adalah wilayah provinsi baru pecahan Sumatra Selatan. Kini, masyarakat Bangka Belitung menamai negeri mereka ini dengan kata yang cukup populer, “Babel”.Kota Pangkal Pinang sebagai ibu kota Babel, disahkan pada 9 Februari 2002. Meskipun pelayanan jasa wisata belum ramai, jadwal penerbangan ke kepulauan dengan 7 kabupaten/kota ini, cukup padat dan mencapai 8 kali penerbangan tiap hari.Pada hari-hari libur tertentu, terutama hari raya warga keturunan Tionghoa, kepulauan dengan luas 81.724,74 km2 dan berpenduduk 1.000.177 jiwa ini, sangat ramai dikunjungi. Apalagi dari jumlah penduduk Kepulauan Babel, 30% lebih merupakan warga keturunan Tionghoa.Seperti pada hari-hari peringatan upacara Cengben, sebagian besar warga Tionghoa asal Babel akan kembali ke tanah kelahiran mereka. Mereka bukan saja warga Tionghoa Babel yang sudah mengembara ke berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga peziarah dari Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Cina. Sebagai negeri kepulauan, Babel memiliki pantai yang sangat luas. Beberapa pantai yang sempat dikunjungi Tim Pra Sirkuit Nasional Bulutangkis Sumatra dari PB Mutiara Bandung pada pertengahan Maret lalu, antara lain Pantai Padi, Pantai Rebu, Pantai Parang Tenggiri, Pantai San Lochu (Pantai Tikus), dan Pantai Tanjung Pesona, semuanya termasuk pantai berair bersih dengan udara cukup hangat.Di pesisir pantai ini, berdiri sejumlah cottage dan penginapan, lengkap dengan restoran, tempat pemancingan, dan wisata air seperti speed boat ataupun perahu-perahu nelayan yang dapat disewa. Sedangkan beberapa meter ke arah darat dari pantai, masih tersisa bekas-bekas galian timah masyarakat. Sebab, Babel dikenal sebagai provinsi penghasil timah terbesar di Indonesia.Menurut Ir. Bahar Buasan, Kepala Cabang Sriwijaya Air yang membawa rombongan, sebelum era 80-an, semua pantai di Babel lebih bersih dari sekarang. Akan tetapi, ketika kapal keruk timah era Orde Baru dioperasikan, hampir semua pantai di Babel terkena tumpahan timah sehingga kondisinya tidak sejernih sebelumnya. Yang lebih parah, ketika era reformasi, tambang-tambang timah itu dikuasai warga. Akibatnya, banyak bekas galian timah yang ditinggalkan begitu saja oleh masyarakat.Tak cuma itu, hampir di sebagian besar pinggiran pantai terutama di tempat-tempat yang cukup tinggi, para pelancong juga dapat menemukan sejumlah kelenteng tempat upacara. Arsitekturnya pun bermacam-macam, ada yang berornamen Cina, ada pula yang sudah beradaptasi dengan ornamen setempat. Kehadiran kelenteng di atas bukit ini sangat kontras dan menarik perhatian pengunjung. Selain penghasil timah, Babel juga dikenal sebagai penghasil ikan terbesar, seperti di Pantai Rebu. Sebelum kapal keruk timah beroperasi, pantai ini, menurut Bahar, menghasilkan ikan berton-ton setiap hari. Airnya pun lebih biru dan jernih. Sisa-sisa kekayaan itu masih dapat kita temui bila menyambanginya lebih dekat. Begitu juga di Pantai Pasir Padi, sejumlah mobil kerap berderet menurunkan para pelancong yang ingin menikmati laut dan bersantap sedap di restoran pinggir pantai.Di tempat-tempat makan seperti ini, para pelancong dapat menikmati hidangan kakap merah, kepiting saus pedas, ikan bumbu kuning, udang bakar, ataupun sup kerang ditambah kangkung cah yang segar.Cuma sayang, karena pelayanan jasa wisata yang belum berkembang, tidak banyak (bahkan nyaris tak ada) cendera mata yang ditawarkan di tempat-tempat ini. Sehingga para pelancong hanya dapat menyimpan kenangan indah pantai di Babel. “Kalau ingin cendera mata seperti itu, harus ke Tanjung Pinang,” demikian menurut salah seorang petugas Hotel Tanjung Pesona, tempat tim menginap.Namun jangan khawatir, para pelancong masih dapat membawa buah tangan berupa makanan olahan khas Babel. Jenisnya sangat beragam dan tersedia di hampir semua toko di kawasan Sungailiat, seperti aneka kerupuk tenggiri, kerupuk cumi, kerupuk udang, kerupuk teri, dan kerupuk kepiting. Makanan lainnya ada teritip, tembiluk, lempah darat, otak-otak, serta yang paling terkenal dan sudah melanglang ke berbagai daerah adalah martabak bangka. Kue yang asalnya bernama “van de cook” ini, dapat dibeli pada sore atau malam hari di setiap pojok kota.Bagi pelancong yang suka makanan legit, dapat membeli lempok, sejenis dodol terbuat dari campuran gula pasir dan buah-buahan tertentu (umumnya cempedak, nangka dan durian). Selain sangat manis dan cukup menggigit di lidah, lempok juga sangat wangi. Olahan makanan lain adalah terasi (belacan). Berbagai terasi dikemas dan diperjualbelikan. Anda juga dapat mencoba membeli saus yang terbuat dari ikan rebon atau teri. Konon menurut penjual di kawasan Sungailiat, saus ikan ini rasanya segar bila dimakan dengan acar.Ada satu hal yang harus diperhatikan para pelancong muslim adalah saat memilih restoran atau tempat makan. Tidak semua restoran terutama warung-warung makan pinggir jalan mau mencantumkan “halal”. Padahal, hampir sebagian besar restoran menawarkan olahan daging babi yang ditulis dalam bahasa Tinghoa. Nah, bila Anda sudah jenuh dengan suasana wisata di Jawa, tidak ada salahnya memilih Babel untuk mengisi liburan akhir pekan. Perjalanan Jakarta-Babel hanya ditempuh dalam waktu 40 menit penerbangan. Tarif cottage dan penginapan pun cukup bervariasi.Yang pasti, bermalam di sepanjang pantai Babel, sangat mengesankan. Di sebelah utara Babel berbatasan dengan Laut Natuna, di sebelah timur dengan Selat Karimata, dan di sebelah selatan dengan Laut Jawa. Sebuah tempat yang cukup lengkap untuk merasakan deburan ombak dan bagian kekayaan laut Indonesia.

A. Pantai Teluk Uber


Pantai Teluk Uber belum setenar pantai-pantai  lain di daerah Sungailiat, Kabupaten Bangka. Pantai yang terletak di lekukan  yang menjorok ke daratan ini masih asli karena belum banyak diotak-atik untuk  keperluan program pariwisata. Unsur-unsur pantai seluas 25 hektar itu belum  banyak mendapatkan sentuhan tangan manusia. Di sekitar pantai ini dipenuhi hamparan  pasir putih yang luas, bebatuan yang membentuk lekukan indah khas bebatuan  pantai, pepohonan yang tumbuh liar mengayomi bebatuan dan melambai-melambai  ombak, dan semak belukar yang tumbuh secara alami memberikan suasana liar tapi  nyaman.

B. Keistimewaan

Keistimewaan Pantai Teluk  Uber adalah suasananya yang masih sepi dan pesona alam yang masih perawan.  Pengunjung bisa bersantai di hamparan pasir atau berenang dengan tenang, tanpa  diganggu hiruk-pikuk keramaian kota. Pada pagi hari, pemandangan Pantai Teluk  Uber terasa lebih elok. Matahari terbit dari tengah laut dan melimpahkan  sinarnya yang hangat ke arah pantai. Di tengah terang cahaya, laut terlihat  jernih, berwarna biru kehijauan, kontras dengan hamparan pasir yang putih  bersih. Keindahan ini terasa lebih sempurna lagi dengan puluhan perahu nelayan  pemburu udang yang terlihat terombang-ambing di tengah laut. Pantai ini sangat  cocok bagi pengunjung yang ingin bersantai-santai di atas batu, di akar pohon,  atau di saung-saung kecil yang terbuat dari kayu sambil bercakap dan  bersenda-gurau.

C. Lokasi

Pantai Teluk Uber terletak di  Desa Rambak, Kecamatan Sungailiat, Kebupaten Bangka.

D. Akses

Pantai Teluk Uber berjarak + 40 kilometer  dari Pangkalpinang dan tiga kilo meter dari Sungailiat. Dari Pangkalpinang  pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi dengan waktu tempuh sekitar 45  menit. Dari Sungailiat bisa ditempuh dengan kendaraan umum, tetapi tidak sampai  masuk ke lokasi pantai. Pengunjung juga bisa menggunakan jasa ojek becak  motor yang mangkal di Terminal Sungailiat yang siap mengantar hingga ke  pantai, tetapi tarifnya relatif mahal dan hanya ada sampai sore hari. Memasuki  malam hari, praktis tidak ada kendaraan umum yang masuk pantai yang sepi itu. Untuk  kenyamanan, pengunjung bisa menggunakan kendaraan sendiri, tetapi diharap  hati-hati, karena beberapa ruas jalan menuju Pantai Teluk Uber banyak yang rusak.  Jalan sepanjang 300 meter dari pertigaan jalan desa yang beraspal hingga Pantai  Teluk Uber berlubang-lubang besar dan digenangi air.

Halaman Menu
 


English Version
Kota Berbaik Di Kalimantan Timur
Samarinda
balikpapan
bontang
Sanggata
Tenggarong
Tanah Grogot
Bulungan
Berau
Penajam

(View results)


Video Center
 
Iklan Advertlets
 
Amazon center
 
Iklan Benner
 

 
Photobucket This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?
Sign up for free